Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryApr 29, '08 5:14 AM
for everyone

Yup! We are Srikandi Entreprenuers yang sedang berkumpul dalam satu rumah ungu berlabel Mahkota Dewa. Sekelompok ibu2 yang penuh semangat saat itu berkumpul dalam suatu ajang yang untuk pertama kali diadakan oleh Komunitas Tangan Diatas khususnya para TDA Srikandi yang bekerja sama dengan Ibu Aning Harmanto sebagai salah satu Owner PT. Mahkota Dewa, sebuah Ajang Wisata Entreprenuer TDA Srikandi, lebih mudah dengan sebutan WE (Wisata Entreprenuer).

 

Syukur Alhamdullilah, Acara WE TDA Srikandi, 27 April 2008 di Hari Minggu yang sangat cerah & bersahabat “membius” Para Srikandi seakan lupa waktu & menikmati jalannya acara demi acara dari pagi hingga sore hari. Suasana semangat, riuh, tawa, ceria, saling melengkapi adalah salah satu bumbu dari sekian rangkaian cara yang disajikan dalam WE, begitulah kalau kaum hawa yang berkumpul dalam satu event, suasana menjadi begitu ramai – sudah menjadi kodrat wanita meramaikan dunia entah dimanapun tempatnya.

 

Sungguh bersyukur, hari itu TDA Srikandi yang hampir seluruhnya berstatus istri diberi ijin satu hari oleh para suami untuk meninggalkan tugas2 mulia sebagai ibu & istri, tapi jangan dikira bahwa tugas para ibu tsb. bener2 ditinggalkan 100%. Dalam berwisata ilmu sekaligus bersilahturahmi tsb, masih ada yang menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu, contohnya nih Ibu Lulu dalam kesempatannya masih tetap harus “memompa” ASI untuk disisihkan bagi buah hatinya, ada juga yang masih sempat2nya menelpon putra/I hanya sekedar menyamankan dirinya bahwa para buah hatinya telah minum obat, sudah makan siang dll.

 

Aku sendiri terlambat datang sekitar 1 jam dari Acara dimulai sekitar Jam 9.00. Pagi2 aku juga harus menemani Kamiilah untuk mengikuti Tes Masuk MIT Ponpes Al-Hamid Cilangkap, memberi semangat dia & menemani diluar kelas agar percaya diri saat menghadap “one by one”, begitu juga aku sendiri akan merasa tambah semangat nantinya mengikuti acara WE setelah menemani putriku yang akan mulai masuk pendidikan dasar.

 

Saat aku datang acara sudah diisi oleh Ibu Aning yang menyampaikan sekelumit usaha beliau, PT. Mahkota Dewa juga menawarkan peluang usaha bagi Para Srikandi, punya usaha dirumah tanpa meninggalkan anak, suami. Ibarat pepatah “Woman in 1 time” hehe.. Wanita dalam satu waktu, waktu untuk keluarga & usaha.

Untuk acara awal pembuka, aku tidak begitu banyak mengikuti namun penyebaran “virus” dari seorang Ibu yang menyatu dengan warna ungu ini mampu membuat suasana acara makin tambah serius, riuh tapi tetap santai.

 

Apalagi saat, sekumpulan ikan bandeng, panci presto & bumbu2 siap diolah oleh Ibu Anik untuk memperagakan bagaimana membuat bandeng presto yang kriuk..kriuk juga lezat bikin ketagihan. Tak puas hanya duduk2 manis dikursinya masing2, rasa urgency & rasa keingintahuan  para ibu untuk ingin dekat2 dengan kuali adalah naluri yang sangat alamiah & kangen serta kehilangan dengan “teman akrab” didapur. Hujan pertanyaan dari beberapa peserta tidak membuat tanda titik bagi Ibu Anik yang telah siap dengan segala jawaban yang dilontarkan. Dengan segala pengalamannya membuat bandeng presto yang telah cukup lama ditekuni sebagai penambah hidup perekonomian keluarga, Ibu Anik adalah juga bagian terpenting dari pertumbuhan ekonomi di tanah air ini.

 

Ada banyak tips2 khusus yang beliau buka rahasia dapurnya kepada kami semua, ilmu cerdas yang menambah kami (Insya Allah) makin berilmu untuk urusan wirausaha kolibri, usaha yang habis dimakan & terus berputar. Tips2 memilih bandeng yang bagus, tips memasak bandeng presto dari hal terkecil uap panci hingga cara penyajian bandeng terlihat mewah, lezat, & terasa lapar untuk segera menyantapnya.. hehe..

 

Lezat & kenyang dengan ikan air tawar berwarna putih bergradasi hitam ini, peragaan selanjutnya adalah membuat permen jahe. Seonggok jahe & air siap mendarat di kumbangan kuali yang telah siap diatas api biru. Lagi2 para Ibu tak sabar hanya duduk nyaman di kursi, semua maju berdiri didekat2 jahe yang aromanya begitu menggoda. Ibu Anik kembali membagikan “the secret of traditional candy”.. hehe Permen Jahe, warisan nenek moyang Indonesia hasil rempah2 Nusantara. Rasanya sudah melekat dilidah, ingin segera memainkan perman jahe ini meluncur di lidah para ibu peserta WE.

 

Dapatlah sudah tiga peluang usaha untuk bisa dipilih & dipraktekkan oleh Para Srikandi TDA dalam memulai usaha ataupun merambah usahanya dibidang tsb. Peluang2 diatas tidak hanya berhenti disini, masih ada banyak peluang2 lain yang segera dibagikan bagi Para Peserta WE. Kali ini giliran Ibu Ambar yang dengan penampilan sederhana seorang ibu namun kiprah produksinya telah merambah ke Negeri Jiran.

 

Penasaran? Makasih kalau penasaran hehe, tapi sebelumnya ikutin ceritaku yang satu ini ..hehe..

 

Jauh hari sebelum acara ini lahir, memang acara ini bisa dibilang sebagai Angkatan I WE TDA Srikandi, awalnya tercetus saat para Srikandi ikutan berkumpul & bersilahturahmi antara teman2 TDA di Omah Sendok, 06 Maret 2008. Dalam obrolan santai yang tidak disengaja, yang tadinya diskusi urusan wanita akhirnya berkembang ke urusan wirausaha & tercetuslah ide ini atas prakarsa Bu Aning.

 

Punya impian boleh khan? Bermimpilah setinggi langit, apalagi mimpi itu gratis & tidak kena pajak hehe, apa hubungannya dengan pajak. Yup! Aku punya dream mempunyai peternakan bebek, dari bebeknya sendiri aku ingin punya resto khusus masakan bebek, dari telurnya aku bisa bikin telur asin. Resto Masakan bebek bikinanku sendiri, telur asinpun juga begitu & akan dikirim ke seluruh dunia! Rasanya ingin bernyanyi “bebek2ku… mari kemari..” hehe, udah tau khan nyanyian waktu kecil itu dulu. Subhanallah indahnya. Ya itulah salah satu impianku.

 

Okey! We’r back to WE..

 

WE, Hari Minggu itu akan memperagakan cara & tips membuat telur bebek asin rasa udang sekaligus telur asin yang sehat berkolesterol rendah. Wow! impian2 itu serasa makin dekat denganku, aku yang sebelumnya telah membaca resep2 bikin telur asin seakan sudah siap dengan materi ini.

 

Ibu Ambar yang usianya hampir separuh baya itu & berperawakan mungil mengingatkan aku sama Bude (Alm) & Ibu Mertua (Alm), begitu mahir memainkan tangannya mengolah tanah merah dll yang telah menyatu menjadi bumbu untuk dimandikan ditelur bebek, kemudian siap untuk disimpan dalam wadah & didiamkan beberapa sekian minggu. Ibu Ambar telah cukup lama bermain dengan telur asin, jiwa kewirausahaannya telah menyatu dalam hati & jiwanya, terbukti beliau dengan sekelompok para ibu2 lainnya begitu kompak & sarat memberikan uraian2 seputar pembuatan telur asin tsb. Beliau tergabung dalam sebuah wadah Candi Puyuh Jaya ini tidak hanya mengelola usaha telur asin namun juga minuman2 sehat tanpa pengawet salah satunya minuman dari sari buah2an yang dikemas dalam botol ukuran sirup yang biasa dijual oleh pabrik yang cukup punya nama diproduknya.

 

Ah rasanya puas sekali dengan rangkaian acara ini, namun masih banyak sederetan wawasan pengetahun & terjun langsung dalam diberbagai tempat. Mengunjungi tempat produksi obat2an herbal Mahkota Dewa adalah salah satu keingin-tahuanku melihat langsung proses pembuatan produk2 herbal tsb. Dengan masuk secara bergilir sebanyak 15 peserta dari 40 peserta yang datang, aku & teman2 WE menggunakan penutup kepala warna hijau bagi yang tidak berjilbab. Penutup kepala warna hijau bukan untuk masuk ruangan operasi ya hehe (jadi inget saat operasi), kali ini melihat secara langsung dari padangan mataku bagaimana proses sebuah capsul obat herbal dari mulai bubuk hingga terkemas dengan manis & higienis serta siap diluncurkan kepasaran untuk para pasien yang membutuhkan.

 

Secara keseluruhan aku sangat mengagumi perjalanan seorang Ibu Aning, dengan bermodal Rp. 500,000 hingga saat ini aku lihat banyak perkembangan yang terjadi di usahanya bahkan sudah mulai mendunia, dari sudut produksi yang masih UKM & dikerjakan hampir semua tanpa mesin modern yang membutuhkan biaya investasi yang menelan modal tidak sedikit, skala UKM yang menitik beratkan pada budi daya SDM secara tidak langsung ikut membantu pemerintah RI ini yang setiap tahunnya memikirkan pertambahnya daftar nomor pengganguran.

 

Akupun mulai memasuki ruangan “steril”, dengan penutup mulut & hidung, aku mencoba menyatu dengan suasana bau herbal, mesin sederhana serta para karyawan yang terlihat sangat ramah, welcome & antusias menerangkan serta menjawab semua keingin-tahuan Para Srikandi TDA. Sosok Ibu Aning wanita penggerak perekonomian bangsa melalui tangan2 para wanita & anak muda yang menjadi bagian dari team solid Mahkota Dewa yang serba “purple”.

 

Dari Soka tempat rumah Ibu Aning lalu ke Gaharu tempat workshop/produksi herbal, kemudian dilanjut ke Klinik Mahkota Dewa yang masih dalam satu komplek Alur Laut di Utara Kota Metropolitan ini. Kesempatan berkonsultasi Gratis ini tentunya tidak disia-siakan oleh Para Peserta WE TDA Srikandi, apalagi penawaran dengan disc. Khusus bagi kami untuk pembelian beberapa produk herbal. Konsultasi kesehatan, tensi darah semua dilayani oleh team Mahkota Dewa. Sungguh kesiapan Ibu Aning menyatukan para staff nya yang seharusnya waktu untuk keluarga namun kali ini mereka dengan senang hati & ikhlas memberikan waktu keluarga di Hari Minggu itu untuk kita semua peserta WE. Semoga Allah SWT melimpahkan kebaikan & kesejahteraan.. Amin.

 

Kegiatan pagi hingga siang hari tentunya telah menguapkan segala energi & pikiran. Kali ini untuk menggairahkan kembali energi & pikiran tentunya giliran makan siang yang sehat bergizi karena setelah itu wisata berlanjut dengan berkunjung ke sawah & belanja.. belanja naluri perempuan suka belanja hehe..

 

Nasi putih, nasi merah, nasi hitam…, wah! Baru kali ini aku makan siang komplit dengan aneka nasi, semuanya punya nilai kekhasiatan sendiri2. Lagi2 Bu Aning membagikan ilmunya manfaat setiap warna nasi dari beras organic ini, juga cara serta tips memasaknya. Indonesia begitu kaya raya, kurang bijak rasanya kalau kita tidak menjunjung & menggali kekayaaan alam ini untuk generasi kita melalui berwirausaha.

 

Makan siang sambil diskusi santai untuk kelanjutan kebersamaan dari Para Peserta WE, kami ingin selesai acara ini, sinergi & saling berbagi diantara para Srikandi bisa dilanjutkan untuk lebih focus & serius apalagi kami juga ingin bisa berwirausaha tanpa meninggalkan tugas sebagai istri, ibu & wanita. Senang rasanya…

 

Karena acara akan berlanjut berkunjung ke tempat persemaian tanaman2, sawah & ke toko2 teman2 TDA yang buka di ITC Cempaka Mas, maka goody bagnya dibagikan sekalian sebelum berangkat. Wuahhhhh.. Alhamdullilah.. terima kasih ni jadi ada oleh2 buat suami & anak yang menunggu dirumah. Mantaff.. Dahsyat loh isi goody bagnya macam2, nih aku kasi tau ya hehe.. narsis ya? Biarin.. hehe

  1. Ada telur bebek asin sehat berkolesterol rendah dari Ibu Ambar dengan unggulan mereknya “Puyuh Jaya” (lumayan buat dimakan bareng dirumah)
  2. Bandeng Presto dengan kremesannya yang kriuk2 (wah, mantaf boo.. tinggal ambil nasi langsung makan pakai bandeng sepulang acara)
  3. Cookies bertulisan TDA dengan hiasan warna-warni dari Mbak Ratih pemilik Ameena Bakery (asyiik..Kamiilah pasti suka)
  4. Beras Gunung Healty White Rice dari Mahkota Dewa (ngga usah beli beras selama 3 hari hahah.. hiperbol yak!, beras organic gitu loh)
  5. Coklat Ceria dengan aneka warna (ini dari siapa ya? Lupa. Coklatku kebetulan masih cukup berbentuk, maklum cuaca panas jadi bentuk coklat berubah tapi tetep rasanya mak yummmyyyy)
  6. Sekotak Tek Kesehatan, The Celup Katena dari Mahkota Dewa (ok juga nih, ngga usah kewarung beli teh celup, bisa dipakai “morning tea” nih..hehe)
  7. Wah banyak ya? Trus tambahan lagi Teh Celup Wedang Weding, lagi2 dari Ibu Aning
  8. Brosur juga hehe.. ini mah perlu juga sih, khan biaya bikin brosur plus fotocopy juga perlu biaya

 

Yaaa. Semuanya dikemas dalam satu goody bag warna coklat yang sudah diberi nama masing2 peserta, coba dech.. Wisata Entreprenuer dimana lagi yang biaya kepesertaannya dikenakan hanya Rp. 50.000 tapi sudah dapat segudang ilmu, goody bag, makan siang, transport wira-wiri ke tempat2 tujuan plus konsultasi kesehatan gratis, juga dapat sahabat, teman saudara tali silahturahmi memperluas sinergi usaha, serta plus..plus lainnya.

 

Ahhh.. rasanya sudah panjang ya ceritanya, masih ingin lanjut khan hehe, mumpung aku lagi mood cerita & baru kelar kerjaan dikantor.

 

Cuaca panas terik tak menghalangi semangat untuk meneruskan wisata bergizi tinggi ini, dengan beberapa mobil milik pribadi peserta, Bu Aning juga sebuah metromini,kami berangkat ke tempat usaha agrobisnis. Seorang Koh Rudi telah siap memprakteknya bagaimana mencangkok sebuah tanaman yang tidak harus berbentuk pohon tinggi & butuh lahan luas untuk menghasilkan buah dari tanaman tsb. Beliau yang setiap harinya bergelut dengan berbagai macam tanaman hias, buah, bahkan padipun telah ditanamnya dalam sebuah timba hitam yang biasa kita gunakan untuk mengambil air disumur.

 

Tentulah siang itu beliau memberikan harga khusus bagi peserta untuk setiap pembelian “vitamin” tanaman yang beliau racik sendiri, juga tanaman jeruk yang telah berbuah ke peserta. Tiada hari tanpa penelitian, begitu yang saya tangkap dari setiap penjelasan yang disampaikan. Ada satu hal yang membuat saya kagum dari beliau, sehebat2nya seorang penelitian tanaman beliau tetap menyampaikan bahwa setiap apa yang beliau lakukan untuk setiap penelitian serta praktek pencangkokan, dikatakan bahwa 80% berhasil setelah mempraktek proses “pembuahan” & 20% adalah Yang Diatas. Koh Rudy tipe street smart, semua ilmu yang didapat adalah hasil dari prakteknya karena keingin-tahuan serta pembuktian dari setiap orang yang meragukan meyilangan tanaman atau seputar perkemban-biakan tanaman.

 

Puas dengan segala pengetahuan tanam menaman, cangkok mencangkok, karena waktunya padat, maka Ibu Aning mengajak kami2 ke sawah. Sawah ditengah2 kota Metropolitan, masih ada gitu loh. Sawah ditengah2 deru segala kendaraan & dikelilingi bangunan2 beton bertingkat serta dipinggir jalan raya utama dihiasi jalanan tol priok.

 

Pencerahan serta sejarahnya dibukanya lahan persawahan ditengah Ibu kota Indonesia ini, cukup memberikan nuansa tersendiri. Kisi2 kehidupan para petani penggarap, nafas dedaunan tanaman sawi hijau, selada air, kemangi menghiasi mata kami sepanjang mata memandang ribuan meter dipinggiran hook jalan menuju rawamangun. Sawah ini mampu memberikan roda kehidupan bagi para pengelolanya, juga menekan biaya operasional bagi usaha warteg sekitar karena ongkos beli sayur mayor yang tinggi saat ini dapat dibeli dengan murah langsung dari sumbernya. Hmmm… menarik sekali ide ini. Kita belum tahu sawah tsb. akan bertahan berapa lama dengan segala dinamika kehidupan Jakarta yang terus berkembang, akankan bolduser akan siap menerjan kemangi yang harum itu suatu hari nanti?

 

Daripada berpikir kelanjutan nafas sawah ditengah kota (tapi perlu juga sih ya dipikirikan hehe), setelah berfoto ria di tengan sawah dipinggiran tol, kamipun bersiap lagi ke tujuan terakhir.

 

Belum pernah terlihat mobil berwarna orange separuh bis itu masuk mall khan? Nah! Di WE TDA Srikandi, kami melihatnya heheh.. Yoi! Metromini masuk Mall loohh, Metromini berkunjung ke Pusat Pembelanjaan Grosir & Retail Terbesar di Jakarta. Hehe..kok jadi cerita metro mini sih.. habis keren aja gitu metromini masuk mall.

 

Tujuan pertama ke outlet Mahkota Dewa di ground floor (?, lupa hehe), disambut interior & staffnya yang serba ungulahh. Melihat2 produk2 herbal juga kosmetik yang terpajang dietalase berpoles “purple”. Akupun ikut bergabung dengan teman2 TDA ke tujuan berikut, yup! Melihat Toko Sajidah milik Mbak Ines & Pak Rosihan. Selama ini hanya baca2 saja postingan Pak Rosihan tentang sajidahnya, namun kali ini aku ingin melihat langsung produk Sajidah tsb.

 

Woowww! Ternyataaa kerennn booo, produknya bagus2 banget terutama mukena anak & baju2 kokonya. So pastilah saat itu Mbak Ines kasih disc khusus serta penjelasan menjadi agen utama. Wahh aku ngiler nih dibuatnya heheh.. terpikir terus dengan usahaku Alqiada Muslim Corner, terbayang Alqiada bersinergi dengan Sajidah, aduh semoga2 ini tercapai.. Amiin.

 

Dari sudut juga space Sajidah, Pak Hadi dengan semangat & lihainya berpromosi selimut2nya. Wuuiihhh cantik2, halus, bagus2 banget motif2 selimutnya, aku ngga tahan dibuatnya, cukup ambil katalognya saja. Hihih..Pak Hadi, ampppunnn aku belum bayar nih.. hehe ngaku, nanti aja bayarnya klo sudah ada yang beli via catalog. Jenengan katanya ingin bikin kejutan ya? Kejutannya bikin kita hampir nyasar dibelantara ITC Cempaka Mas yang luas nian.. hehe, eh kayaknya kita yang malah bikin kejutan Pak Hadi, soalnya ada beberapa sohib2 yang belum bayar catalog  nih.. heheh .. hayo ngaku! Yang disudut pada senyum2 tuh.. ketahuan.

 

Kaki pegel2 tak berarti rasanya, & kunjungan kali ini belum puas sebelum menengok toko ke-2nya Mas Teguh & Mbak Tina. Bumil Mbak Tina ini masih tegap & segar saja memberikan kami guyonan2 walaupun usia kehamilannya sudah hampir 8 bulan. Toko Rumah Baju Lamara adalah toko ke-2 pasangan yang hebat ini setelah sebelumnya buka Rumah Kerudung Lamara.

 

Wahh komplit dech rasanya, berbagi pengalaman serta melepas kangen sesama kami, aku beli beberapa kerudung disana, lumayan dapat disc. Khusus tanpa harus membeli minimum pembelian untuk mendapatkan disc. Tsb.

 

Mungkin ada sedikit polesan untuk acara WE Angk-1 agar kelihatan tambah lebih cantik, elegant, mewah, cerdas namun tetap kekentalan ilmu bisa dinikmati & diterima oleh para peserta dengan lebih baik lagi, walaupun dengan biaya murah sekalipun. Tapi secara keseluruhan aku pribadi kagum & angkat topi untuk Ibu Aning beserta para staff PT. Mahkota Dewa, para panitia (Mbak Hani, Mbak Siska) juga para sponsor & tentunya peserta yang sangat antusias serta terus semangat walau disiang terikpun tak menghalangi rasa semangatnya.

 

Tiada kesan lain, rasanya begitu menyatu, Luar Biasa Prima..Fuuntastic Dahsyat!. Bertemu sedulur2ku Dinda Anria, Mbak Febby, Mbak Tina, Mbak Ina, Mbak Yuni, Mbak Lulu, Mbak Dayu Puspa yang datang jauh2 dari Bali beserta Ibundanya, Mbak Maria, Mbak Ida, Mbak Ines yang tetap lincah & selalu ramah pada siapapun, Mbak Sonya yang baiiik hati memberikan aku tumpangan selama pulang diantar sampai ke Toko Alqiada Ciracas-Duh ! baiknya Ibu yang tegar, tangguh ini, Mbak Warti, Mbak Mita Pengantin Baru Mas Adzan, Mbak Retno hehe..ketemu lagi di WE teman kantor yg duduknya dekat2an, Mbak Nining yang baru kukenal, Mbak Eva yang lembut & sharing cerita ttg. Pak Haji Allay, gimana jadi ke Bandung sama Mas Hisyam? Hehe, Mbak Sri Konsultan Perencana Keuangan hebat euyyy, trus siapa lagi ya..wah banyak ya..

 

Terima kasihku yang tak terhingga khusus buat Ibunda Aning Harmanto, semoga Bunda diberikan kesehatan, kebahagian & limpahan Rahmat dari Allah SWT.., Wanita2 tangguh & terus ikhlas mengurus pendaftaran hingga acara, Mbak Siska & Mbak Hani, selamat ya, aku & teman2 TDAM1.0 akan terus support dirimu untuk acara2 di TDA. Juga para sponsor & pembicara (Ibu Ambar, Ibu Anik, Koh Rudy, Bapak Pengelolah Sawah, juga lainnya). Para Pembantu Rumah Bu Aning juga heheh pasti sibuk rapi2an tempat yang sudah diacak2 oleh kami, juga seluruh kru Mahkota Dewa. Sponsor dari Pak Isdiyanto yang akan menyusul ya kiriman Majalah WK (Wirausaha & Keuangan) plus kaos Ojie Oblong nya… wahh makasih, juga Pa Sopir mikrolet hehe..

 

Semuanya terima kasih, semoga ilmu yang kami peroleh segera dapat kami praktekkan & bermanfaat buat sekitarnya.

 

Ufffshh.. puanjangg ya? Udah kayak laporan cerita liburan seminggu heheh..

Biasalah kalau sudah nulis susah dibendung, ini aja juga udah dikurang2i, mudah2an saja ada manfaat & terinspirasi untuk segera :

 

Take Action Miracle Happened, No Action Nothing Happened… Do The Best, Learn From The Best!

 

Sore Hari di Tanjung Barat, 29 April 2008

Roess

 

Foto2nya : besok saja ya diupload, baterinya belum beli, yang kemarin udah merah2 terus kalau dinyalain kameranya.

 


12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ningh wrote on Apr 29, '08
Bu Roes yang smart, bukan main laporan,tanggapan dan komentar WEnya begitu lueng kap kap kap
Saya minta ijin copy paste untuk dimasukkan di blog saya ya. Trimakasih dan tengkyu ya. Salam dan doa Semoga sehat sukses bahagia. Aning Harmanto
yenthy wrote on Apr 29, '08
Mbak Roes, aku nyesel banget nggak bisa ikut, aku udah daftar walau belum bayar, cuma nggak bisa ikut karena suamiku masih diluar kota, bayiku nggak ada yang nungguin. Aku sms Bu Ning aja. Nanti kalau ada acara lagi aku boleh ikutan ya. Fotonya cepat di update dong.Nggak sabaran pingin lihat.
Semoga para srikandi TDA makin jaya.
http://www.yentiyulistia.blogspot.com
ratihyunaryo wrote on Apr 30, '08
Seruu! benar2 funtastic ya mbak acara kemarin itu, benar2 padat dan bergizi
Alhamdulillah saya berkesempatan ikut acara itu, biar makin se-frekuensi sama suami ;)
saya juga posting sedikiiit ringkasan & beberapa foto di MP saya.

gimana, Kamiilah suka nggak cookiesnya? hehe...
ralat dikit mbak: http://ameena-cakery.blogspot.com
^_^
riffat wrote on Apr 30, '08
Mba Roes... hik.. hik.. nyesel deh gak ikut. Udah daptar cuman karna sesuatu hal gak bisa ikut.
Kalo ada lagi kabari yah..
arruma wrote on Apr 30, '08
Mantap hasil reportasenya Mbak Roes. belum aku temukan di blog TDA Srikandi yg reportasenya selengkap dan sedetail ini. salut...salut...salut. kapan kita bisa jumpa lagi ya Mbak. Mbak, aku mau tanya di millist ,cuma malu:) kalau Mastermind Jakarta Timur ada gak yah? suwun Mbak Roesku.
kamiilahmum wrote on Apr 30, '08
ningh said
Saya minta ijin copy paste untuk dimasukkan di blog saya ya.
Waduh Bu.. matur nuwun..,ngga sangka mau dimuat diblog Bunda Aning,makasih bgt :),sama2 doa saya juga buat Bunda Aning
kamiilahmum wrote on Apr 30, '08
yenthy said
Fotonya cepat di update dong
Fotonya dah aku upload ya Sayang. Klo WE Angk2 ada, baby nya gue aje dech yg momong hehe
kamiilahmum wrote on Apr 30, '08
Kamiilah suka nggak cookiesnya? hehe...
Wuahhh.. saat aku telp dari kantor tanya kuenya udah dimakan atau belum, dia bilang gini: Bu, nanti makan kuenya bareng2 aja sama Ibu. "ya udah, nanti kita makannya gigitnya bareng2 ya, Kamiilah gigit huruf yg mana. Dia jawab: Gigit huruf yg A
heheh lucu ya, thanks ya cookiesnya, sorry salah ketik, aku nyalinnya dikertas trus bawa kekantor buat disalin,maklum blm ada net dirumah... hehe
kamiilahmum wrote on Apr 30, '08
riffat said
hik.. hik.. nyesel deh gak ikut
Tenang... qt doain saja ada WE Agkt-2 otreeee :)
parapatiah wrote on Apr 30, '08
Buk Roess

Salut

Salam
kayaza wrote on May 1, '08
Waduh keren banget sharingnya, sayang istri berhalangan, padahal sudah daftar, semoga ada lagi acara ini, dan istri saya bisa ikutan....sukses TDA Srikandi
deroom wrote on Mar 9, '09
Maka tak heran jika namanya tetap abadi hingga detik ini. Atas aksi perwiranya yang tentu sangat sulit dilakukan wanita lain. Para wanita macam inilah yang saat ini cocok menyandang gelar Sri Kandi masa kini. Suatu perjuangan yang sulit dilakukan oleh wanita kebanyakan, tapi mereka, para ‘wanita sakti’ itu, tetap pada pendirian dan perjuangannya tanpa kenal lelah, tanpa kenal cela dan hina. Mereka tetap maju melangkah mantap dengan pasti, maju menatap masa depan atas cita-citanya, bagai kereta Sri Kandi menerjang ribuan pasukan Kurawa.
Add a Comment